
Tingkatkan Kompetensi Falakiyah, Penyuluh Agama Ikuti Kaderisasi Ahli Hisab dan Rukyah PWNU Jawa Timur

Dalam rangka meningkatkan keilmuan dan kemampuan di bidang falakiyah, Penyuluh Agama Islam Saiful Bahri bersama penyuluh lainnya, Anwar Sanusi dan Sayyidina Ali, mengikuti kegiatan Kaderisasi Ahli Hisab dan Rukyah yang diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah PENU Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada Jumat / Sabtu, 6–7 Februari 2027, bertempat di PPI Nurul Burhan Badean, Bondowoso. Kaderisasi ini bertujuan mencetak kader-kader ahli hisab dan rukyah yang memiliki kompetensi keilmuan, ketelitian metodologis, serta pemahaman syar’i yang mendalam, khususnya dalam penentuan awal bulan hijriyah.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan materi teori dan praktik seputar ilmu falak, berbagai metode hisab, teknik rukyah, hingga penggunaan alat-alat astronomi. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi ilmiah serta penguatan jejaring antarpenyuluh dan praktisi falakiyah dari berbagai daerah.
Saiful Bahri menegaskan pentingnya keseimbangan antara metode hisab dan rukyah dalam praktik penentuan waktu ibadah.
Ia menyampaikan hasil refleksinya selama mengikuti kaderisasi tersebut, “Dalam hisab, beragam metode melahirkan banyak kemungkinan. Namun ketika semua terasa mungkin, di situlah hakikat ketidakpastian muncul. Rukyahlah yang memutuskan keraguan, karena ia menghadirkan kepastian melalui pandangan yang nyata.”
Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap hisab dan rukyah merupakan bekal penting bagi penyuluh agama agar mampu memberikan edukasi yang benar, menenangkan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dengan mengikuti kaderisasi ini, diharapkan para penyuluh agama semakin profesional serta mampu berperan aktif dalam menyampaikan pemahaman keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan, akurat, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam