
kabarpenyuluh.my.id-Bukan miskin yang menakutkan. Sebab kemiskinan masih bisa ditemani doa, disertai ikhtiar dan dipeluk oleh kesabaran.Yang benar-benar menakutkan adalah kaya tetapi lupa amanah.
Ketika harta melimpah namun hati menyempit, ketika jabatan tinggi tapi kepedulian direndahkan, ketika rekening bertambah namun rasa syukur berkurang, maka di situlah bahaya mulai bersemi tanpa suara. Kekayaan sejatinya bukan soal banyaknya yang dimiliki melainkan seberapa jujur ia dititipkan dan seberapa adil ia dibagikan.
Harta adalah ujian, jabatan adalah titipan dan setiap titipan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Orang miskin bisa tetap mulia dengan amanah, namun orang kaya bisa terjatuh hina saat amanah dilupakan. Sebab kekayaan tanpa amanah hanya akan menumbuhkan kesombongan, mengeringkan empati dan menumpulkan nurani. Maka jangan takut menjadi miskin tapi takutlah ketika diberi lebih tetapi lupa berbagi, diberi kuasa tetapi lupa melayani, diberi kepercayaan tetapi lupa menjaga. Karena pada akhirnya bukan seberapa banyak yang kita kumpulkan, yang ditanya melainkan seberapa amanah kita saat semua itu dititipkan.