
kabarpenyuluh.my.id-Iblis tidak selalu menjerumuskan manusia lewat dosa yang kasar. Banyak orang terlalu rapi, terlalu terdidik bahkan terlalu religius, untuk itu Maka ia memilih jalan yang lebih halus yakni menanamkan rasa merasa hebat.
Merasa hebat adalah kejatuhan paling sopan. Tidak ribut tidak terlihat buruk bahkan sering disangka prestasi. Orang yang merasa hebat tak perlu mencela cukup mengoreksi dengan nada lebih tahu. Di sanalah iblis berdiam puas.
Pendosa masih punya peluang pulang karena sadar salah. Tapi orang yang merasa paling benar jarang merasa perlu bertobat. Ia sibuk membenahi orang lain, lupa bahwa ibadah tanpa adab bisa berubah menjadi kesombongan. Rasa hebat menutup telinga, nasihat dianggap serangan, perbedaan dibaca ancaman. Dalil pun dipakai untuk membela ego bukan menerangi hati. Padahal semakin tinggi ilmu seharusnya semakin tumbuh rendah hati. Iblis tahu bahwa manusia tak harus jahat untuk jauh dari Tuhan cukup merasa hebat lalu lupa bahwa dirinya hanya hamba.