Setahun Korcam Banyuanyar Metode Qiroati

Menakar Laju Perkembangan Korcam Banyuanyar Metode Qiroati: Cepat atau Perlu Dipercepat?

kabarpenyuluh.my.id-Hampir satu tahun sudah Korcam Banyuanyar Metode Qiroati berdiri di bawah naungan Koordinator Cabang Metode Qiroati Probolinggo. Sebuah perjalanan yang relatif singkat, namun sarat makna dan dinamika perjuangan. Sejak awal pembentukannya, amanah besar telah diletakkan di pundak Saiful Bahri sebagai Mandataris Korcam, di saat kondisi masih sangat terbatas.

Pada fase awal, jumlah guru yang telah bersyahadah baru mencapai 26 orang. Lembaga yang berdiri mandiri hanya dua, sementara dua lainnya masih menginduk. Kondisi ini mencerminkan tahap embrio sebuah gerakan: semangat ada, potensi ada, namun struktur dan kekuatan masih perlu ditumbuhkan dengan kesabaran.

Kini, hampir satu tahun berlalu, data menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan. Jumlah guru bersyahadah meningkat menjadi 39 orang. Lembaga mandiri bertambah menjadi empat, yakni Al Ikhlas, Raudlatul Mujawwidin, Darul Fatih, dan Nurul Qur’an. Lembaga yang menginduk masih dua, serta satu lembaga baru menyatakan kesiapan untuk bergabung. Dari sisi kuantitas, ini jelas sebuah lonjakan yang patut disyukuri.Tidak hanya itu, kepengurusan Korcam pun semakin tertata.

Amanah kini dipikul secara kolektif oleh tiga orang: Ustadzah Sya’diyah sebagai Sekretaris, Ustadzah Aizzah Fillah pada amanah Pra Tashih, dan Ustadz Saiful Bahri yang merangkap amanah Buku dan Metodologi.

Pembagian peran ini menandai transisi penting dari kerja individual menuju kerja berjamaah yang lebih sistematis.

Lantas, pertanyaannya: perkembangan ini tergolong cepat atau justru masih lambat? Jika diukur dengan standar administrasi organisasi besar, mungkin ada yang menilai pertumbuhannya biasa saja. Namun jika dilihat dari konteks lapangan, keterbatasan SDM, kesibukan para guru, tantangan pembinaan mutu, serta konsistensi menjaga standar Metode Qiroati, maka perkembangan Korcam Banyuanyar tergolong cepat dan sehat. Pertumbuhan yang tidak tergesa-gesa, namun berakar kuat pada kualitas, adalah fondasi penting agar lembaga tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi kokoh dalam mutu.

Meski demikian, opini ini juga menjadi pengingat bahwa capaian hari ini bukanlah garis akhir. Justru inilah titik awal untuk melangkah lebih serius: memperkuat pembinaan guru, mendorong lembaga menginduk agar mandiri, serta menyiapkan kader-kader yang siap memikul amanah di masa depan.

Korcam Banyuanyar Metode Qiroati telah membuktikan bahwa dengan niat lurus, amanah yang dijaga, dan kerja kolektif, pertumbuhan bisa terjadi. Bukan sekadar cepat atau lambat, tetapi tepat arah dan berkelanjutan. Dan di situlah nilai perjuangan sesungguhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top