
kabarpenyuluh.my.id-Tegalsiwalan, Senin, 15 Juni 2027 – Pemerintah Kecamatan Tegalsiwalan menggelar kegiatan Harmonisasi Lintas Sektoral bersama tokoh masyarakat yang bertempat di Pendopo Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (15/6/2027). Kegiatan ini merupakan inisiasi Camat Tegalsiwalan, Hariyanto, S.Sos., M.Si, sebagai tindak lanjut dari Silaturahmi Kebangsaan yang sebelumnya dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana, S.H., Ketua MUI Tegalsiwalan yang juga menjabat sebagai Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Misbahul Munir, para kepala sekolah dan kepala madrasah se-Kecamatan Tegalsiwalan, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
Dari unsur Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan hadir Saiful Bahri, SH. S.Ag yang mewakili Kepala KUA serta Chomisun Basofi selaku Penyuluh Agama Islam.
Dalam sambutannya, Camat Tegalsiwalan Hariyanto menyampaikan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan serta upaya pencegahan paham radikalisme, khususnya di kalangan anak usia sekolah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu bersinergi untuk menjaga generasi muda agar memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat serta tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan negara.

Sementara itu, Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana menegaskan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kecamatan Tegalsiwalan.
Pada kesempatan tersebut, Saiful Bahri menyampaikan bahwa KUA bukan hanya dikenal sebagai tempat pelayanan pernikahan, melainkan juga memiliki berbagai layanan keagamaan dan kemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa KUA merupakan representasi terkecil Kementerian Agama di tingkat kecamatan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan kehidupan beragama masyarakat.
Lebih lanjut, Saiful Bahri memaparkan salah satu program unggulan KUA, yaitu Bimbingan Penyuluhan bagi Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini bertujuan membantu para remaja mengenali potensi dan jati dirinya sehingga mampu memproteksi diri dari berbagai pengaruh negatif, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan terarah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi tersebut, Ustadz Syihun selaku Ketua MWCNU Tegalsiwalan dan Junaidi dari GP Ansor yang juga merupakan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), menyampaikan harapan agar forum harmonisasi lintas sektoral ini tidak berhenti pada pertemuan semata, melainkan memiliki tindak lanjut yang berkesinambungan guna mewujudkan cita-cita bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan masyarakat.
Topik utama yang menjadi pembahasan dalam kegiatan ini adalah upaya pencegahan radikalisme di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan melalui pendekatan edukatif, keagamaan, dan kolaboratif antarinstansi serta elemen masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Tegalsiwalan, KH. Misbahul Munir, dengan harapan sinergi lintas sektoral yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi terciptanya masyarakat Tegalsiwalan yang aman, harmonis, dan berwawasan kebangsaan.