Bimas Islam Gelar BRUS di MA Ummul Quro Kropak Bantaran, Dorong Generasi Emas dan Cegah Perkawinan Anak

kabarpenyuluh.my.id-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam tingkat kabupaten menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MA Ummul Quro Kropak Bantaran, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Upaya Mencetak Generasi Emas dan Early Warning System (EWS) Cegah Perkawinan Anak, Kenakalan Remaja, dan Percepatan Penurunan Stunting”. Sebanyak kurang lebih 90 siswa-siswi mengikuti kegiatan yang dibagi ke dalam tiga kelas bimbingan untuk memastikan efektivitas penyampaian materi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala KUA Bantaran H. Ananto Pratikno bersama para Penyuluh Agama Islam, serta fasilitator BRUS yaitu Adlal Waro, Muh. Hefni Mubarok, dan Saiful Bahri.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten, Dr. H. Samsur, M.Pd., dalam keterangannya menegaskan bahwa program BRUS merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan generasi muda sejak dini.
“Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga preventif. Kita ingin membekali remaja dengan pemahaman yang komprehensif agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan mereka, sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam menekan angka perkawinan anak dan stunting,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, menekankan pentingnya pendekatan sistem peringatan dini (EWS) dalam pembinaan remaja.
“Pendekatan EWS ini dirancang untuk mendeteksi potensi masalah sejak awal, sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Ini bagian dari upaya serius kita dalam membangun generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala KUA Bantaran H. Ananto Pratikno menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan BRUS ini mendapat antusiasme luar biasa dari para peserta. Interaksi aktif dalam setiap sesi menunjukkan tingginya minat dan kesadaran siswa terhadap isu-isu yang diangkat. Selain itu, respon positif juga datang dari segenap pengelola MA Ummul Quro yang menyambut baik program ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan kesehatan remaja.

Dengan kolaborasi antara Kemenag, KUA, dan lembaga pendidikan, program BRUS diharapkan menjadi model pembinaan remaja yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.kabarpenyuluh.my.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top