
Iblis tidak pernah libur menggoda manusia.
Sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi, iblis telah bersumpah akan menyesatkan manusia dari berbagai arah. Ia tidak akan berhenti hanya karena seseorang rajin ibadah, aktif mengaji, atau terlihat baik di mata manusia. Bahkan sering kali, orang yang sedang berusaha mendekat kepada Allah justru menjadi target utama godaannya.
Iblis tidak selalu datang dengan dosa besar.
Kadang ia hadir lewat hal-hal kecil yang dianggap biasa. Menunda sholat, membiasakan hati iri, merasa paling benar, suka merendahkan orang lain, hingga membuat manusia lalai dari mengingat Allah. Sedikit demi sedikit hati dibuat keras, sampai akhirnya manusia merasa nyaman dalam maksiat dan jauh dari hidayah.
Hari ini banyak manusia sibuk memperbaiki penampilan, tetapi lupa memperbaiki hati.
Sibuk mencari pengakuan manusia, namun lupa mencari ridha Allah. Padahal iblis sangat senang melihat manusia terlena dengan dunia, hingga lupa bahwa hidup ini hanyalah sementara.
Yang paling berbahaya bukan saat tubuh lelah, tetapi saat hati mulai jauh dari Allah.
Karena ketika hati kosong dari dzikir, kosong dari syukur, dan kosong dari rasa takut kepada dosa, di situlah iblis mulai menguasai arah hidup seseorang.
Maka jangan pernah merasa aman dari godaan setan.
Perkuat iman, jaga sholat, dekatkan diri kepada Al-Qur’an, dan jangan lelah meminta perlindungan kepada Allah. Sebab perjuangan melawan iblis bukan hanya sekali, tetapi seumur hidup sampai ajal tiba.
Karena iblis tidak akan pernah menyerah sampai kiamat tiba.
Maka jangan sampai kita menyerah dalam menjaga iman.
Oleh Saiful Bahri
Penyuluh Agama Islam