KALAU SUDAH TERWUJUD, JANGAN LUPA BERSUJUD

kabarpenyuluh.my.id-Oleh: Saiful Bahri, Penyuluh Agama Islam
Dalam kehidupan ini, setiap manusia memiliki harapan, cita-cita, dan doa yang terus dipanjatkan kepada Allah SWT. Ada yang menunggu bertahun-tahun dan ada pula yang datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Namun seringkali, ketika apa yang diharapkan telah terwujud, manusia justru lupa pada satu hal yang paling mendasar: bersyukur dan bersujud kepada-Nya.
Padahal, dalam ajaran Islam sujud bukan hanya bagian dari ibadah ritual melainkan simbol ketundukan, kerendahan hati dan pengakuan bahwa segala keberhasilan bukan semata hasil usaha manusia tetapi karena izin Allah SWT. Bahkan, sujud menjadi salah satu bentuk syukur tertinggi yang diajarkan dalam syariat yang dikenal dengan sujud syukur.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur bukan hanya bentuk terima kasih, tetapi juga kunci bertambahnya nikmat. Sebaliknya ketika manusia lupa bersyukur, maka hakikatnya ia sedang menutup pintu keberkahan dalam hidupnya.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan yang sangat indah. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ketika beliau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersujud kepada Allah sebagai bentuk syukur. Ini menunjukkan bahwa sujud bukan hanya kewajiban dalam shalat, tetapi juga ekspresi keimanan saat menerima karunia.
Sujud mengajarkan kita untuk tidak sombong. Sebab seringkali manusia terjebak pada perasaan “ini hasil kerja keras saya”, “ini karena kemampuan saya”, tanpa menyadari bahwa kesehatan, kesempatan, dan jalan kemudahan adalah pemberian Allah semata. Tanpa pertolongan-Nya, usaha sebesar apapun tidak akan membuahkan hasil.
Lebih dari itu, sujud adalah bentuk komunikasi paling dekat antara hamba dengan Tuhannya. Rasulullah SAW bersabda:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud.” (HR. Muslim)
Maka ketika impian telah tercapai, ketika rezeki dilapangkan, ketika masalah menemukan jalan keluar, saat itulah momentum terbaik untuk mendekat kepada Allah, bukan justru menjauh. Bersujud bukan hanya tanda syukur, tetapi juga penjaga hati agar tetap rendah dan tidak terjerumus dalam kesombongan.
Tulisan ini mengajak kita semua untuk kembali merenungi: berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, dan sudahkah kita membalasnya dengan sujud yang tulus?
Jangan sampai kita hanya pandai meminta, tetapi lupa berterima kasih. Jangan sampai kita rajin berdoa saat butuh, namun lalai bersujud saat sudah diberi. Karena sejatinya, keberkahan hidup bukan hanya pada tercapainya keinginan, tetapi pada kemampuan kita untuk tetap tunduk dan bersyukur kepada Allah SWT.
Akhirnya, marilah kita tanamkan dalam diri:
Kalau sudah terwujud, jangan lupa bersujud.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top