Ketua MUI Banyuanyar: Fenomena LGBT Harus Disikapi dengan Penguatan Akhlak, Bukan Kebencian


BANYUANYAR – Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, Gus Hilmi, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan maraknya pemberitaan mengenai dugaan pesta LGBT sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan agama, ketahanan keluarga, dan pembinaan akhlak generasi muda.
Menurutnya, Islam telah memberikan pedoman yang tegas dalam menjaga fitrah manusia dan kemuliaan akhlak. Karena itu, perilaku yang bertentangan dengan syariat tidak dapat dibenarkan ataupun dinormalisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban menjaga fitrah, kehormatan diri, dan nilai-nilai akhlakul karimah. Namun dalam menyikapi persoalan ini, kita tetap harus mengedepankan hikmah, kasih sayang, dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum,” ujar Gus Hilmi.


Ia menilai keluarga merupakan garda terdepan dalam membentengi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif. Orang tua harus memperkuat komunikasi, memberikan keteladanan, serta menanamkan nilai-nilai agama sejak dini agar lahir generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Selain itu, Gus Hilmi mendorong para ulama, kiai, guru, penyuluh agama, dan seluruh lembaga pendidikan untuk terus menghidupkan majelis ilmu, memperkuat dakwah yang menyejukkan, serta membina masyarakat dengan pendekatan yang bijaksana.
Ia juga mengimbau pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak setiap pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus memperkuat langkah-langkah preventif melalui edukasi dan pembinaan moral.
“Kita tidak boleh membenci orangnya, tetapi kita tidak boleh membenarkan perbuatannya. Islam mengajarkan amar makruf nahi mungkar dengan hikmah dan nasihat yang baik, bukan dengan caci maki, persekusi, atau tindakan main hakim sendiri,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Gus Hilmi mengajak seluruh masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan muhasabah bersama untuk memperkuat keimanan, menjaga keluarga, memperbanyak doa, serta membangun kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.
“Semoga Allah SWT menjaga negeri ini, memberikan hidayah kepada siapa pun yang membutuhkan petunjuk, dan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, serta saling menjaga dalam kebaikan,” pungkasnya.

Author: penyuluh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *