
Tegalsiwalan (15/7/2026) — Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di Yayasan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (15/7/2026), diisi dengan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang menghadirkan Tim Fasilitator BRUS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta ini merupakan hasil sinergi antara KUA Kecamatan Tegalsiwalan dengan Pemerintah Kecamatan Tegalsiwalan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam membina karakter dan ketahanan remaja sejak dini.
Tim fasilitator yang hadir adalah Saiful Bahri, S.Ag dan Adlal Waro, S.H. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I, Camat Tegalsiwalan, Hariyanto, S.Sos., M.Si, serta Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, KH. Husnul Milat, S.T.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, menegaskan pentingnya membangun generasi yang berlandaskan ilmu dan keimanan.
“Ada dua modal utama agar seseorang diangkat derajatnya oleh Allah SWT, yaitu ilmu dan iman. Keduanya harus dimiliki dan berjalan beriringan sebagai bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tegalsiwalan, Hariyanto, mengajak seluruh peserta untuk menjadi generasi muda yang mampu menjaga diri di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena itu, kalian harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan serta terus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berakhlak, cerdas, dan bertanggung jawab,” pesannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, KH. Husnul Milat, S.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Pada sesi materi BRUS, Saiful Bahri menjelaskan pentingnya remaja mengenali potensi, karakter, serta tantangan yang dihadapi pada masa perkembangannya. Menurutnya, pemahaman terhadap diri sendiri menjadi langkah awal untuk membangun ketahanan diri dari berbagai risiko pergaulan dan penyimpangan perilaku.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para peserta mampu mengenali dirinya sendiri, memiliki kemampuan memproteksi diri dari berbagai pengaruh negatif, serta menjadikan bekal ini sebagai landasan untuk meraih cita-cita yang diimpikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan BRUS yang dikemas dalam rangkaian MATAMUDA ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan remaja, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta siap menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
