
BANYUANYAR, 25 Juli 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Banyuanyar menggelar rapat konsolidasi Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI Kecamatan Banyuanyar sebagai tindak lanjut atas Tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo Nomor: 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Bahrul Huda Klenang Kidul Kecamatan Banyuanyar yang diasuh oleh Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar.

Rapat dihadiri sekitar 90 persen dari seluruh pengurus MUI Kecamatan Banyuanyar. Sementara beberapa pengurus lainnya berhalangan hadir karena telah memiliki agenda yang tidak dapat ditinggalkan. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimka yakni Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan, S.H., M.Si., sebagai bentuk sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan.
Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, K. Hilmi Thalib, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya seluruh jajaran MUI menindaklanjuti tausiyah yang telah diterbitkan oleh MUI Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, tausiyah tersebut bukan sekadar himbauan, melainkan pedoman moral yang perlu diwujudkan dalam langkah-langkah nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan, ukhuwah, dan cinta tanah air.
Menanggapi hal tersebut Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan, S.H. M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI Kecamatan Banyuanyar yang bergerak cepat melakukan konsolidasi. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak di Kecamatan Banyuanyar akan berupaya semaksimal mungkin agar pesan dan arahan dalam tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo dapat terlaksana secara optimal.

Rapat dibuka dan dipimpin oleh Sekretaris MUI Kecamatan Banyuanyar Saiful Bahri, S.H. S.Ag. yang memandu jalannya musyawarah hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat membangun sinergi antara ulama, pemerintah, serta seluruh pengurus MUI.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula Idensos Densus 88 AT Polda Jawa Timur, Andika yang memberikan sambutan sekaligus sosialisasi mengenai pentingnya membentengi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan terorisme. Ia mengingatkan bahwa penyebaran paham ekstrem kini banyak memanfaatkan media sosial sebagai sarana propaganda, sehingga keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi digital serta menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan cinta tanah air.
Melalui rapat konsolidasi ini, MUI Kecamatan Banyuanyar berharap mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam mengimplementasikan Tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo. Dengan sinergi antara ulama, pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya berlangsung meriah tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan semangat nasionalisme, serta membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
