GEBER MASBRO Warnai Moderasi Beragama, Pegawai Hindu Ikut Bersihkan Masjid Kemenag Probolinggo

Probolinggo, 10 Agustus 2026 — Semangat moderasi beragama dan kerukunan lintas iman terlihat dalam kegiatan GEBER MASBRO (Gerakan Bersih-Bersih Masjid Probolinggo) yang digelar di Masjid Arrohim Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan atas dasar anjuran Menteri Agama Republik Indonesia tersebut melibatkan Kepala dan para Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kankemenag Kabupaten Probolinggo, serta Penyuluh Agama Islam yang diwakili oleh Saiful Bahri, Homisun, H. Suharto, dan Khoirul Anam.

Yang menarik, kegiatan gotong royong membersihkan masjid tersebut juga diikuti oleh Zainal Abidin, seorang pegawai beragama Hindu di lingkungan Kankemenag Kabupaten Probolinggo. Kehadirannya menjadi gambaran nyata bahwa semangat menjaga kebersihan, bergotong royong, dan memberikan pelayanan terbaik tidak dibatasi oleh perbedaan agama.

Momen tersebut bahkan mengundang gelak tawa ringan dari peserta. H. Suharto berseloroh, “Pak Zainal Abidin ini orang Hindu yang punya nama Islami,” ujarnya sambil tertawa.

Di balik candaan tersebut, tersimpan pesan penting tentang moderasi beragama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam urusan sosial dan kemanusiaan. Justru, kebersamaan dalam kegiatan GEBER MASBRO menunjukkan bahwa kerukunan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Para peserta bahu-membahu membersihkan berbagai bagian Masjid Arrohim, mulai dari lantai, halaman, hingga sejumlah bagian yang membutuhkan perhatian. Masjid yang sebelumnya cukup lama tidak mendapatkan pembersihan secara menyeluruh kini tampak kembali bersih, rapi, dan kinclong.

GEBER MASBRO tidak sekadar menjadi gerakan membersihkan masjid. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan serta meneguhkan nilai moderasi beragama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Kehadiran Zainal Abidin dalam kegiatan tersebut menjadi simbol sederhana namun kuat bahwa kerukunan tidak harus selalu dibicarakan, tetapi dapat diwujudkan melalui gotong royong dan kerja nyata.

Melalui GEBER MASBRO, Kankemenag Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa semangat kebersihan, kepedulian sosial, dan moderasi beragama dapat berjalan beriringan. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk menjaga jarak dalam urusan kemanusiaan dan kepentingan bersama.

Author: penyuluh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *